Apa Itu Virus Zika? Yuk Pelajari Selengkapnya Disini

Tahukah kamu, jika virus ini sudah menyerang 500.000 orang di Brazil? Tidak hanya di Brazil, virus Zika juga menjadi permasalahan serius di belahan dunia lainnya. Kedengarannya mungkin sangat berbahaya. Untuk itu mari kita kenali apa itu virus Zika? Seperti apa gejalanya? Lalu apa yang menjadi penyebabnya? Bagaimana cara pencegahannya? Yuk simak selengkapnya dibawah ini!!

Virus ini merupakan infeksi yang terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever).

Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, mata merah dan ruam. Gejala-gejala yang ada pada penyakit Zika bisa mirip dengan gejala penyakit DBD dan chikungunya, serta dapat berlangsung dalam beberapa hari atau bahkan satu minggu.

Uniknya, Virus Zika ini pertama kali ditemukan pada seekor monyet di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Lalu, Virus Zika ditemukan kembali pada nyamuk Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954. Virus Zika menjadi penyakit endemis yang kini mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia sejak tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Meluasnya virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika dan Samoa (Oceania). Khusus di Indonesia, virus Zika ini telah ditemukan di Jambi pada tahun 2015.

Penyebab

D_Aedes_aegypti-768x576

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini telah terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Bukan tak mungkin, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika mungkin ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Bayi mungkin juga dapat tertular pada saat persalinan. Sampai saat ini, belum ada kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui yang ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Selain itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika

160101-brazil-zika-0939_0_c0061bf2246a3c0fe1960fba48bb39b9.nbcnews-fp-1200-800-768x512

Gejala yang ditimbulkan virus Zika berupa sakit kepala, nyeri di belakang mata dan lelah. Gejala ini bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu.

Periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, kemungkinan berlangsung hingga 2-7 hari semenjak pasien terserang virus ini (terkena gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit akibat virus ini. Jarang terjadi kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, atau bahkan yang menimbulkan kematian.

Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.

Pengobatan Virus Zika

Dikarenakan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan, pengobatan virus Zika difokuskan kepada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien karena vaksin. Pengobatan terhadap gejala yang dialami dapat berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup.

Bagi pasien yang telah terinfeksi virus ini, diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini, karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

Pencegahan Virus Zika

TIRTO-antarafoto-klb-demam-berdarah-050916-aez_ratio-16x9-768x432

  • Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang dapat membantu kita untuk terhindar dari infeksi virus Zika. Namun, beberapa langkah pencegahan lainnya dapat dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, seperti dibawah ini:
  • Memastikan tempat tinggal kita memiliki pendingin ruangan atau memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam ruangan.
  • Menggunakan baju berlengan panjang serta celana panjang juga. Kaos kaki juga dapat digunakan, untuk pencegahan yang lebih extra.
  • Menggunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan.
  • Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak boleh menggunakan bahan penolak serangga ini, untuk itu kita harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk, seperti menggunakan kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong atau ayunannya.
  • Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat menggunakan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut dan tangan.
  • Mempelajari informasi mengenai daerah yang akan dikunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Khusus untuk perempuan hamil, lakukan tes virus Zika saat kembali dari daerah yang terjangkit virus Zika.

Nah gimana? Sudah tau kan tentang virus ini? Jangan lupa memberitahu teman atau keluarga untuk selalu berhati-hati, agar aman dari virus ini. Semoga bermanfaat yaa!!!